Bangkalan – Sebagai bentuk komitmen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, STKIP PGRI Bangkalan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) menyelenggarakan program “Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Program Pelatihan Bahasa Inggris Berbasis Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran.” Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media pendukung pembelajaran Bahasa Inggris yang inovatif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Siti Maria Ulfa dengan anggota tim Zainal Arifin. Program ini dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan sebanyak 30 guru sekolah dasar sebagai peserta. Pelaksanaan kegiatan dirancang melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan yang menekankan pada peningkatan kemampuan guru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris.
Program ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan akan peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi perkembangan teknologi pendidikan. Meskipun sebagian besar guru telah menggunakan perangkat digital dalam aktivitas pembelajaran, masih terdapat tantangan dalam mengoptimalkan teknologi sebagai media pembelajaran yang interaktif dan bermakna. Oleh karena itu, kegiatan PPM ini hadir sebagai upaya untuk memberikan penguatan kompetensi guru, khususnya dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran Bahasa Inggris berbasis teknologi.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi dan praktik terkait pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Materi pelatihan mencakup konsep pembelajaran Bahasa Inggris berbasis teknologi, pengembangan media pembelajaran digital, pemanfaatan aplikasi interaktif seperti Canva, Wordwall, Quizizz, dan Google Forms, serta pengenalan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung penyusunan materi, aktivitas pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar.
Kegiatan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi secara teoritis, tetapi juga dilengkapi dengan praktik langsung (hands-on practice). Para guru diberikan kesempatan untuk mencoba berbagai aplikasi digital dan mengembangkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Melalui kegiatan praktik tersebut, peserta mampu menghasilkan berbagai produk pembelajaran, seperti media presentasi interaktif, bahan ajar digital, kuis pembelajaran, serta rancangan aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih menarik dan berpusat pada peserta didik.
Ketua tim pengabdian, Siti Maria Ulfa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan kapasitas guru. Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan peluang besar bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif.
“Teknologi dan Artificial Intelligence dapat menjadi mitra bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan efektif. Namun, teknologi tetap membutuhkan peran guru sebagai pengarah dan pengembang pembelajaran agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Melalui pelatihan ini, kami berharap guru semakin percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar,” ujar Siti Maria Ulfa.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Guru tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai penggunaan teknologi, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam mengembangkan media pembelajaran yang dapat langsung diterapkan di kelas. Peserta juga diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman baru dalam memahami pemanfaatan teknologi sebagai pendukung pembelajaran. Penggunaan aplikasi digital membuat guru lebih mudah menciptakan aktivitas belajar yang menarik dan meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, program PPM ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi pembelajaran. Peserta menunjukkan peningkatan kemampuan dalam memilih dan memanfaatkan aplikasi digital, mengembangkan media pembelajaran, serta memahami penggunaan AI secara bijak untuk mendukung proses pembelajaran.
Selain menghasilkan peningkatan kompetensi guru, kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa perangkat pembelajaran berbasis teknologi, modul pelatihan, serta penguatan jejaring kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dasar. Hasil kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun komunitas belajar guru yang secara berkelanjutan mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.
Melalui program PPM ini, STKIP PGRI Bangkalan terus berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, khususnya melalui pemberdayaan guru dan pengembangan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan melalui program pendampingan lanjutan, pengembangan sumber belajar digital, serta perluasan kerja sama dengan berbagai sekolah dasar.
Dengan adanya program “Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar melalui Program Pelatihan Bahasa Inggris Berbasis Teknologi untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran”, diharapkan para guru mampu menjadi penggerak pembelajaran inovatif yang mampu menciptakan pengalaman belajar Bahasa Inggris yang lebih menarik, efektif, dan sesuai dengan tuntutan pendidikan masa kini.

